Naik Gunung Butik via Datar Buluh: Track-nya Santai Tapi Tetap Menantang di Ketinggian 1.250 Mdpl

Perjalanan Dimulai: Menyusuri Jalur Datar Buluh yang Masih Asri

Perjalanan kali ini gue mulai dari Bekasi, tepat jam 5 pagi. Kondisi masih gelap, jalanan juga masih sepi banget enak sih, jadi bisa jalan lebih santai tanpa macet. Tujuan gue pagi itu adalah menuju Gunung Butik via Datar Buluh yang ada di daerah Jonggol, Sukamakmur. Perjalanan kurang lebih sekitar 2 jam, dan jujur aja ini jadi semacam “pemanasan” sebelum masuk ke trek pendakian yang sebenarnya. Sepanjang jalan, suasana pelan-pelan berubah. Dari yang awalnya khas perkotaan Bekasi, lama-lama jadi lebih adem dengan pemandangan hijau di kanan-kiri jalan.

Sekitar jam 7 pagi, akhirnya gue sampai di area basecamp. Matahari sudah mulai naik, dan suasana juga mulai hidup. Dari sini, perjalanan yang sebenarnya baru mau dimulai.

Setelah sampai di area basecamp, gue dan teman-teman sempat berhenti sejenak di salah satu warung sekitar. Selain buat istirahat sebentar, kami juga menitipkan beberapa barang yang nggak terlalu dibutuhkan selama pendakian. Sekalian juga jajan tipis-tipis lumayan buat nambah energi sebelum mulai jalan. Suasana di warung pagi itu cukup santai, beberapa pendaki lain juga terlihat sedang bersiap dengan perlengkapan mereka masing-masing. Obrolan ringan, suara gelas, dan aroma kopi hangat jadi pelengkap momen sebelum benar-benar masuk ke jalur.

Nggak lama setelah itu, kami pun lanjut jalan menuju gerbang pendakian Gunung Bukit Tunggul via Datar Buluh. Dari sini, rasa excited mulai makin terasa. 


Disini kita dapet petanya juga untuk menuju puncak butik jadi jangan khawatir untuk takut kesasar ya, kita ikuti saja tracknya sesuai jalur agar aman dan tidak terjadi yang tidak kita inginkan.

Saatnya kita lanjut perjalanan menuju ke Pos 1 ya!,


Perjalanan dari gerbang menuju pos 1 ternyata nggak terlalu jauh. Tapi jangan salah… meskipun dekat, jalurnya langsung disambut dengan tanjakan yang lumayan bikin napas mulai ngos-ngosan 😂

Tanjakan ini dikenal dengan nama “Tanjakan Gedang”. Dari awal aja udah langsung dikasih “pemanasan” yang nggak santai sama sekali. Elevasi cepat naik, kaki mulai berasa kerja, dan napas juga mulai dikejar-kejar.

Di titik ini gue mulai mikir, “katanya track-nya santai… kok pembukaannya begini?” hahaha. Tapi ya justru di situlah serunya. Belum juga jauh jalan, tapi badan sudah mulai diajak kompromi.

Walaupun cukup menguras tenaga, jalur di sekitar sini masih terasa asri. Pepohonan yang rimbun sedikit membantu ngasih keteduhan, jadi nggak terlalu panas. Sesekali juga berhenti sebentar buat ambil napas dan nikmatin suasana.

Dan nggak lama setelah melewati tanjakan ini, akhirnya kami sampai juga di pos 1. Lumayan banget buat jadi titik istirahat pertama sebelum lanjut ke trek berikutnya yang pastinya lebih menantang di Gunung Butik.


Setelah istirahat sebentar di pos 1, kami langsung lanjut perjalanan menuju pos 2. Nah, di sini mulai terasa “ujiannya”. Track-nya benar-benar didominasi tanjakan tanpa henti nggak ada tuh bonus jalan datar yang panjang 😅

Langkah demi langkah mulai terasa lebih berat. Kaki mulai pegal, napas juga makin intens. Tapi ya mau gimana lagi, namanya juga lagi nanjak. Di titik ini mental juga ikut diuji, bukan cuma fisik.

Sepanjang jalur menuju pos 2, suasana masih didominasi hutan yang cukup rapat. Jadi meskipun capek, setidaknya nggak terlalu kepanasan karena tertutup pepohonan. Sesekali kami berhenti buat ambil napas dan minum, sebelum lanjut lagi.

Oh iya, sedikit info buat yang mau naik ke Gunung Butik via Datar Buluh tiket masuknya sekitar Rp35.000, dan itu sudah termasuk parkir kendaraan. Jadi cukup aman buat ninggalin motor atau mobil di area basecamp.

Balik lagi ke perjalanan, meskipun jalurnya bikin ngos-ngosan, tapi justru di sini mulai kerasa serunya. Setiap langkah itu terasa “berarti”, dan makin mendekatkan ke tujuan berikutnya.

Pos 2 pun jadi target berikutnya yang terasa seperti oase di tengah tanjakan panjang ini, dan kita sampailah perjalanan ini di Pos 2 Kusumawardani dengan ketinggian 823 Mdpl.

Dari pos 2, kami lanjut lagi menuju pos 3. Dan… ternyata track-nya masih sama aja tanjakan terus tanpa ampun 😭 Nggak ada tuh bonus jalan datar, semuanya full nanjak. Di titik ini, bener-bener kerasa kalau jalur di Gunung Butik via Datar Buluh ini “santai tapi menantang” itu bukan sekadar kata-kata.

Kaki mulai makin berat, napas juga makin pendek. Tapi ya, mau berhenti lama juga nggak enak, jadi tetap dipaksa jalan pelan-pelan sambil atur ritme.

Liat tuh tracknya bebatuan dan menanjak tidak ada jalan datar sama sekali hahahaha, sehabis jalan bebatuan kita juga menemukan jalan yang penuh lumpur.

ini track yang bener-bener menantang sekali loh ya wkwkwk, Pas sampai di pos 3, jujur aja gue nggak sempat ambil foto penanda posnya. Entah karena fokus istirahat atau saking capeknya 😅 Jadi ya udah, kami nggak lama di situ dan langsung lanjut gas ke pos berikutnya.

Perjalanan menuju pos 4 masih dengan cerita yang sama tanjakan lagi, tanjakan lagi. Tapi begitu sampai di pos 4, suasananya mulai terasa beda. Di sini udah mulai mendekati area Bukit Kolecer, dan view-nya… gila sih, bagus bangettt!



Perjalanan dari pos 4 menuju bukit kolecer ini hanya 5 menit loh sudah sampai, karena sudah dekat banget. Beginilah penampakan Bukit Kolecernya,



Kalian mau tau puncak gunung butik ada dimana? ya jelas itu ada dibelakang kami ya guys wkwkwkkw. perjalanan masih jauh dan kita masih harus menanjak ke atas.

Setelah cukup puas istirahat dan menikmati view di sekitar Bukit Kolecer, kami pun lanjut perjalanan menuju puncak Gunung Butik

Di titik ini, tenaga sebenarnya sudah mulai terkuras. Kaki terasa makin berat, dan langkah pun jadi lebih pelan. Tapi justru di sinilah mental benar-benar diuji lanjut atau menyerah di tengah jalan.

Mari kita lanjut ya perjalanan menuju puncak gunung butik, Kami jalan pelan-pelan, lebih banyak berhenti untuk atur napas. Nggak ada lagi tuh jalan buru-buru. Yang penting konsisten melangkah sampai akhirnya benar-benar sampai di atas. ini kita turun dulu ke bawah lalu naik lagi ke atas ya sampai menemukan tempat foto yang oke seperti ini.


Setelah beristirahat dan berfoto disini, kamu lanjut perjalanan naik ke atas lagi dan ini tracknya cukup sempit karena jalannya cuman setapak aja dan harus hati-hati karena pinggir kiri dan kanan ini penuh dengan jurang. Tau gak yang lebih mantep lagi?, kita harus naikin anak tangga yang terbuat dari kayu bambu gitu dan itu juga khawatir gak terlalu kuat jadi harus pelan-pelan banget takut terperosok hahahah.

Ini anak tangganya ga cuman 1 ya tapi banyak banget lebih dari 5 anak tangga seperti ini untuk mencapai puncak butik. Nah, setelah melewati perjalanan yang terjal seperti itu akhirnya pun kami sampai puncak butik dengan ketinggian 1.250 Mdpl dengan menempuh perjalanan kurang lebih 50 Menit dari Bukit Kolecer ya. Setelah kami ukur dengan Strava ternyata jarak dari basecamp menuju puncak ini sejauh 5 KM loh!!.


yes, we did it! hahahaha kita setelah sampai di puncak butik melakukan foto-foto terlebih dahulu lalu melakukan kegiatan santai seperti ngopi, makan pop mie dan pasang flysheet agar seperti piknik gitu..

Rasa capek, pegal, dan lelah langsung terbayar lunas. Di atas, suasananya benar-benar bikin tenang. Angin sepoi-sepoi, pemandangan luas ke arah perbukitan, dan perasaan puas karena berhasil sampai di titik tertinggi.

Momen di puncak ini jadi salah satu yang paling berkesan. Bukan cuma soal view, tapi juga perjalanan panjang yang sudah dilewati untuk sampai ke sini.


Nikmat dan Santai seperti ini yang kami dapat, Jelas untuk naik ke gunung itu selalu diawali dengan rasa sabar yang tinggi dan jangan selalu berpikir cepat ingin ke puncak tapi nikmati disetiap perjalanannya, karena puncak itu hanyalah sebuah bonus tapi perjalanan menuju puncak itu yang harus kita nikmati. sama seperti hidup ini kita harus mencintai proses perjalanan ini dengan tidak berpikir bagaimana cepat sampai. karena kita semua akan sampai pada ritme waktunya masing-masing.


Akhirnya, perjalanan mendaki Gunung Butik via Datar Buluh ini jadi pengalaman yang nggak bakal gampang dilupain. Dari awal perjalanan yang masih santai, lanjut ke tanjakan demi tanjakan yang nggak ada habisnya, sampai akhirnya berdiri di puncak semuanya punya cerita masing-masing.

Walaupun track-nya didominasi tanjakan dan cukup menguras tenaga, tapi justru di situlah letak keseruannya. Capeknya dapet, view-nya dapet, dan yang paling penting: pengalaman yang berharga.

Buat kamu yang lagi cari jalur pendakian yang nggak terlalu panjang tapi tetap menantang, Gn. Butik via Datar Buluh bisa jadi pilihan yang menarik banget. Yang penting, tetap jaga kondisi, bawa perlengkapan yang cukup, dan jangan lupa nikmatin setiap prosesnya.

Gunung mengajarkan kita satu hal sederhana: untuk sampai di puncak, yang dibutuhkan bukan langkah besar, tapi langkah kecil yang konsisten.






Posting Komentar

0 Komentar